Mercy without strength is weaknes, strength without mercy is tyrannous

Kamis, 01 Januari 2015

Yogyakarta - Dojo PT GMP Lampung Tengah mendapatkan 2 medali perak dan 3 medali perunggu, dalam Kejuaraan Kempo Universitas Sanata Dharma (USD) Open 2014 ke-4. Kejuaraan itu dilaksanakan di Auditorium Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta, Jumat (28/11) lalu.
Untuk 2 medali perak diraih oleh oleh Putu Satria Sentana Yoga dan Basuki pada nomor embu berpasangan putra yudhansa serta randori kelas 55 kg. Kemudian, untuk 3 medali perunggu diraih oleh Catur Purnomo, Ari Ekawati, Ayu Novianti, Aisyah Syabandari dan Karmela Hayu Setyorini, pada nomor embu berpasangan campuran yudansha, embu berpasangan putri kyu kenshi remaja dan randori putri kelas 51 kg.
Dalam kejuaraan itu, Dojo PT GMP mengikuti 10 nomor pertandingan dari 35 nomor yang dipertandingkan. Manajer tim Purwantoro (42) mengatakan, sangat puas dengan apa yang diraih oleh anak didiknya dalam kejuaraan tersebut.
"Saya sangat puas dengan apa yang diraih oleh para atlet kami. Mereka sudah berjuang dengan keras dalam 3 bulan terakhir ini, mulai dari latihan hingga bertanding di arena dan mereka pantas mendapatkan prestasi itu. Tetapi, saya berharap mereka tidak puas dengan hasil itu, prestasi itu harus dijadikan motivasi untuk lebih baik lagi kedepannya," paparnya melalui rilis yang dikirimkan Saibumi.com.
USD Open 2014 diikuti 271 atlet dari seluruh Indonesia. Sebanyak 21 kontingen ikut berpartisipasi dalam kejuaraan itu, yang datang dari Pulau Sumatera, Kalimantan , Jawa dan Papua. Kemudian, untuk nomor pertandingan yang dipertandingan terbagi dalam 3 kategori, yaitu pemula, remaja dan dewasa. Untuk peraih juara umum dalam kejuaraan itu diraih oleh Kabupaten Bengkalis dengan mendapatkan 2 emas, 4 perak dan 4 perunggu. Untuk juara umum 2 dan 3 diraih oleh Kabupaten Banyumas Jawa Tengah dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).(Putu Satria Sentana Yoga)



Kamis, 17 Oktober 2013

PENATARAN WASIT KEMPO DI YOGYA

 

 Gassho ! Salam Persaudaraan! Wasit adalah pemegang kendali sebuah pertandingan untuk menjadikan wasit yang adil, tegas dan bertanggungjawab maka diadakanlah Penataran Wasit Kempo tingkat nasional pada hari Kamis-Minggu, 26-29 September 2013 bertempat di BLPT Yogyakarta. Dari Lampung mengirimkan 6 kenshi diantaranya Ir. I Gde Darmayoga ( III DAN ), Muhtarmizi ( III DAN ), Purwantoro ( II DAN ), Sri Widodo ( II DAN ), Hartono ( I DAN ), dan Wawan Wahono ( I DAN ), dengan mengikuti penataran ini maka peserta akan mendapatkan sertifikat wasit dan berhak menjadi wasit di pertandingan sesuai dengan mandat yang tertera pada sertifikat wasit tersebut. 
Kegiatan yang diadakan selama 4 hari ini diikuti oleh 38 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yaitu 23 dari D.I.Yogyakarta, 6 dari Jawa Tengah, 1 dari Jawa Timur, 6 dari Lampung, 1 dari Papua, 1 dari Sulawesi Barat. Sebagai pemateri sekaligus penguji diutus langsung oleh Pengurus Besar PERKEMI(Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia) adalah Sensei Yudi(7 DAN), Sensei Garuda(6 DAN), Sensei Giyarto(5 DAN), dan Sensei Zullkifli(5 DAN). Penataran Wasit dibuka secara resmi oleh Bapak Agung Nugroho MM. selaku perwakilan dari KONI DIY pada hari Kamis sore. 
Selanjutnya dilanjutkan dengan penjabaran materi. Materi pertama membahas syarat dan cara perwasitan serta kualitas pertandingan disampaikan oleh sensei Yudi, materi kedua mengenai sikologi dalam jalan hidup wasit oleh Bapak Cahyo yang merupakan dosen di salah satu Universitas ternama di Yogyakarta, kemudian yang terakhir materi tentang peraturan pertandingan Embu(peragaan jurus) dan Randori(pertarungan bebas) oleh Sensei Yudi pula. Sementara dalam materi dan ujian praktek semua Sensei turut sebagai pembimbing di 2 arena matras yang masing-masing memiliki luas 49m2. 
Di akhir acara sebelum penutupan sempai Murjoko dari Yogyakarta dan Sempai Wicky dari Jawa Tengah terpilih sebagai Kenshi yang mewakili seluruh peserta untuk dilantik sebagai wasit. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini regenerasi tokoh wasit dapat lebih baik dan memunculkan bibit-bibit wasit muda yang berkualitas dan ahli. Mengingat keterbatasan wasit kempo bersertifikat resmi yang berada di Lampung. Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan,

KEMPO LAMPUNG TENGAH RAIH JUARA UMUM

Perkemi Kabupaten Lampung Tengah kembali mengukir prestasi pada Kejuaran Antar Dojo Perkemi se Provinsi Lampung yang dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu 12-13 Oktober 2013 dan diikuti oleh 19 Dojo yang ada di Provinsi Lampung. Menurut sempai Doni Irawan selaku ketua Pengprov Perkemi Lampung kejuaraan ini dilaksanakan bertujuan untuk persiapan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) yang akan dilaksanakan Bulan Desember di Kalianda. kemudian di akhir acara sempai I Gde Darmayoga selaku ketua Majelis sabuk hitam Perkemi Lampung mengatakan selamat kepada seluruh atlet yang mendapat medali maupun tidak agar tetap berlatih keras untuk persiapan menghadapi porprov mendatang. Berikut nama-nama anak Kenshi yang mendapat medali : 

MEDALI EMAS

 1 Misbakhul Randori                           Kelas 55 kg Putra 
 2 Basuki Randori                                Kelas 60 kg Putra 
 3 Karmela Hayu Randori                     Kelas 45 kg Putri 
 4 Ari Eka Randori                               Kelas 54 kg Putri 
 5 Nur Endah Randori                          Kelas 54 kg Putri 
 6 Doni Hayu ,M Ferly, Rafli Fauzan, Rendika, Wida Nuraini, Alfin F Embu beregu (kerapihan tehnik tingkat yunior )
 7 Amanda Aulia, Iclas Narabel Embu berpasangan yunior 

 MEDALI PERAK 

 1 Guntur Dermawan Randori                 Kelas 50 kg Putra 
 2 Catur Purnomo Randori                     Kelas 70 kg Putra 
 3 Karmela Hayu, Basuki,  M Fadel, Ari Ekawati Embu beregu (kerapihan tehnik ) senior Kyu I
 4 Guntur Dermawan Ridho Setiawan Embu berpasangan senior kyu I putra  
 5 N.A Regata, Ayu Novianti Embu berpasangan senior kyu I putri 
 6 Enggal A, M FAjar Kurniawan Embu berpasangan senior kyu III putra 
 7 Elok Risky, Aisyah S Embu berpasangan yunior kyu III & IV  

 MEDALI PERUNGGU 
 1 Doni Hayu Randori                            Kelas < 45 kg putra yunior 
 2 M Agam Randori                               Kelas > 45 kg putra yunior 
 3 Ayu Novianti Randori                        Kelas < 45 kg putri yunior 
 4 M Fadel Randori                               Kelas 45 kg putra 
 5 Saiful H Randori                                Kelas 65 kg putra

Selasa, 16 Oktober 2012

Susunan Personalia Perkemi Lampung Tengah

DEWAN KEHORMATAN :1. Bupati Lampung Tengah 2. Ir. Hi. Gunamarwan DEWAN PENYANTUN : KONI Lampung Tengah BADAN PENGAWAS KEUANGAN : Hi. M Suparman PENGURUS KABUPATEN KETUA UMUM : Ir. Hamzah Arif Wakil Ketua Umum : Muhtarmizi Sekretaris Umum : Sunar Wakil Sekretaris Umum : Ary Ekawati Bendahara : Suyanto Wakil Bendahara : Karmela Hayu S KOMISI - KOMISI a. Komisi Organisasi, Hukum, dan Etika : 1. Agus Sugiantoro 2. Sulistiyanto b. Komisi Pembinaan : 1. Sri Widodo 2. Basuki c. Komisi Pertandingan dan Perwasitan : 1. Doni Hakiki 2. Guntur Dermawan d. Komisi Perencanaan dan Anggaran : 1. Hartono 2. Catur Purnomo e. Komisi Media dan Hubungan Masyarakat : 1. Kuswandi 2. Yudi Faisal f. Komisi Perlengkapan dan Umum : 1. Ujang Elli Sukayat 2. Aji Sudado MAJELIS SABUK HITAM KABUPATEN Ketua : Muhtarmizi Sekretaris : Sekum PERKEMI Lampung Tengah Anggota : 1. Sri Widodo 2. Suyanto 3. Doni Hakiki 4. Wawan Wahono Lampung Tengah, 24 September 2012 KONI Kabupaten Lam-Teng Ketua Harian Ir. Budiono

Sabtu, 26 Maret 2011

BUSHIDO

Dari huruf kanji ( China / Jepang-nya tertulis ( Tombak ) si stop Bu. Ini kiasannya ialah “ menolak serangan “ ; bagaimana menolak serangan secara sempurna ? Kita harus bayangkan bahwa “ serangan “ itu bukan sekedar pukulan atau tendangan lawan. “ Serangan “ dalam arti kata luas meliputi juga “ cobaan”;”kesulitan”;tekanan mental/phisik, rasa dendam, iri, emosi, dan sebagainya, itu semua mesti dikuasai. Dikuasai mulai dari menguasai diri ( taklukan dirimu ) dan menguasai lawan / serangan.

Di dalam proses pendidikan bela diri harus dilihat bahwa “ serangan “ itu mungkin saja datang setiap saat dan sepanjang masa hidup. Oleh karena itulah “persiapan diri “ kita juga harus komplit, bukan sekedar latihan teknik – teknik bela diri saja, juga latihan ketahanan mental, ketahanan phisik sepanjang masa.

Dengan latihan tersebut kita akan terbiasa menjadi orang yang sportif, bijaksana, berpikiran luas, tidak cepat tersinggung, pandai menghargai orang lain dan juga secara badaniah sehat dan kuat.

Kalau BU artinya ajaran kesatriaan, maka BUSHI ( SHI atau kesatria ) artinya kesatria yang mengikuti pendidikan Kesatriaan. BUSHIDO ( DO=jalan/alur/cara ) artinya “ dengan jalan kesatria “ . Sering kita pakai istilah “ bermental BUSHIDO “ yang secara tepat kita samakan artinya dengan SPORTIF atau TAHAN UJI. Memang begitulah. Bagaimana dengan praktek latihan rutin kita ? Lihatlah umpamanya peraturan – peraturan dan ketentuan serta cara – cara latihan kita, mulai dari pakaian, sikap,baris, chi-kon, gerakan – gerakan, dan sebagainya, semua harus benar, rapi dan 100% dikerjakan.

MENGAPA ANDA KENA MAKI SEMPAI? MENGAPA SEMPAI KENA MAKI SENSAI? Lantaran tentunya gerak dan sikap belum sempurna dan juga untuk terbiasa menerima “ TEKANAN BATHIN “ berupa makian atau bentakan – bentakan dan “ TEKANAN BADAN “ berupa teknik – teknik yang sakit dan ilmu.

ANDA SEKARANG SEDANG DALAM JALUR BUSHIDO ???

FALSAFAH BELADIRI SHORINJI KEMPO

1. Ken Zen Ichi nio (ken = berkelahi, Zen = bersemedi, Ichi = satu, Nio = badan)

- Dalam Shorinjikempo, berkelahi dan bersemedi dilakukan dalam satu badan.

2. Shu Syu Ko Ju (Shu = diutamakan, Syu = bertahan, Ko = menyerang, ju = disesuaikan)

- Dalam ilmu Shorinji Kempo lebih diutamakan bertahan dari pada menyerang, dan serangan disesuaikan dengan keadaan lawan.

3. Go ju ittai ( Go = kasar, Ju = lemah, Ittai = bersama-sama)

- Dalam berlatih Kempo, harus menguasai Goho dan Juho secara bersama-sama.

4. Fusatsu Fugai (fu = tidak/tanpa, satsu = membunuh, gai = menyakiti/merugikan)

- Dalam Shorinji Kempo, diusahakan mengalahkan lawan tanpa menyakiti – membunuh.

5. Komite Shutai (Kumite = berpasangan, Shutai = diutamakan)

- Dalam Shorinji Kempo, harus berlatih secara berpasangan.

6. Riki Ai Funi

- Dalam Shorinji Kempo terdapat penyatuan kekuatan dan rasa kasih sayang.

http://theatlo.blogspot.com

ATEMI NO GO YOSHO

ATEMI NO GO YOSHO ( Lima syarat / unsur serangan )

Betapapun kerasnya pukulan atau tendangan atau Atemi Lainnya ia tidak akan efektif tanpa memenuhi seluruh lima unsur / syarat serangan . Adapun lima unsure tersebut yakni :

1. KYU SHO ( Titik Kelemahan )
2. MA AI ( Jarak Sasaran )
3. KAKU DO ( Sudut Sasaran )
4. SHYOKU DO ( Kecepatan Serangan )
5. KYO JITSU ( Kebulatan Hati )

KYU SHO ( Titik Kelemahan )

Seperti sudah pernah diajarkan, dalam tubuh manusia ini terdapat banyak sekali Titik Kelemahan. Penting sekali bagi kita untuk menghafal dan dengan sekejap dapat menemukan letaknya titik kelemahan tersebut, terlebih-lebih terhadap badan yang sadang bergerak. Secara umum titik kelemahan yang di kenal untuk permainan Kempo ada 138 tempat. Adalah menjadi syarat utama untuk dengan sempurna memasukan serangan kita ke “ spot “ itu.

MA AI ( Jarak Sasaran )

Zpenting untuk diingat dan dirasa penentuan jarak jangkau antara lawan dan kita. Jarak di sini bukannya agar dapat terkena tetapi sasaran harus kena pada saat pukulan / tendangan kita mencapai titik optimumnya, dengan keadaan kuda – kuda yang terkuat. Untuk itu setelah “ terasa “ jarak cukup maka harus diperhitungkan gerak pundak, pinggul, dan sebagainya agar jarak tersebut tidak “ lepas “ lagi.

KAKU DO ( Sudut Sasaran )

Untuk lebih mengefektifkan serangan, maka tidak semua titik kelemahan dapat dimatikan dengan serangan yang sama. Serangan ke SUI-GETSU misalnya hanya efektif pada 10 derajat – 15 derajat . Demikian juga titik kelemahan lain, lain pula sudut serangannya.

SHYOKU DO ( Kecepatan Serangan )

Dalam melaksanakan serangan, makin cepat serangan itu mendarat, makin baik. Ini bukan berarti bahwa serangan itu harus dilakukan terburu – buru, melainkan kecepatan “ di jalan “ sampai sasaran. Betapa kerasnya buku – buku atau otot – otot kita akan terkalahkan oleh speed serangan yang mengenai titik kelemahan. Sarung tinju yang berisi yang berisi spoons yang kenyal dan lembek itu pun ika dilancarkan dengan kecepatan tinggi dapat menghasilkan “ Knock out “ , juga lipatan kertas koran jika disabetkan dengan kecepatan tinggi dapat memutuskan sumpit, begitulah contohnya. Memukul benda – benda keras, bukan hanya melukai kulit luar saja, tetapi sesuai dengan jaringan – jaringan syaraf yang juga rusak, maka akan membawa akibat kelainan – kelainan internal tubuh lawan.

KYO JITSU ( Kebulatan tekad )

Kebulatan hati di sini mencakup kebulatan mental dan phsik, artinya kita siap lahir batin untuk melancarkan serangan. Sebenarnya melakukan ATEMI itubukan hanya tenaga lawan, tetapi juga kekuatan mental lawan. KYU JITSU phisik kelihatan dalam sikap Gamae kita .

KYU JITSU mental, misalnya kalau kita “ lengah “ atau “ kendor “ semangat kita, maka saat beberapa detik itu dapat mengakibatkan kecelakaan fatal bagi kita atau “ kendor “-nya kesiapan kita itu membuat pukulan / tendangan kita menjadi “ tidak berisi “ atau terbaca lawan, sehingga sia- sialah tenaga yang kita keluarkan.

Demikianlah jika serangan kita ingin efektif berisi dan mantap maka tidak satu syarat pun boleh tertinggal. Tiada cara lain untuk menyempurnakan refleks, kecepatan, pengenalan titik kelemahan, dan sebagainya, selain berlatih dengan keras dan penuh variasi gerakan di DOJO dengan diperlengkapi alat – alat ( Do ) untuk mempraktekan dengan sesungguhnya bagaimana rasanya serangan.

Sumber : http://shorinjikempo7.wordpress.com

Minggu, 13 Maret 2011

JANJI & IKRAR PERKEMI

JANJI
Kami berjanji, akan selalu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati atasan, tidak meremehkan bawahan, saling mengasihi dan saling menolong.
Kami berjanji, akan tunduk kepada Pimpinan, mengikuti latihan tanpa keraguan, sebagai insan yang murni.
Kami berjanji, akan mengamalkan Kempo bagi masyarakat banyak, dan tidak hanya untuk kepentingan pribadi.

Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan.




IKRAR
Kami Putra Indonesia, pencinta tanah air, bertekad mempertinggi martabat bangsa.
Kami Putra Indonesia, pembela kebenaran dan keadilan, berprikemanusiaan, bersopan santun, senantiasa mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara, di atas kepentingan pribadi.


Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan.

MARS & HYMNE PERKEMI

MARS PERKEMI

Persaudaraan beladiri Kempo Indonesia
Berjiwa satria membela negara demi keadilan
Majulah PERKEMI majulah
Menyongsong masa depan
Jayalah PERKEMI jayalah
Demi nusa dan bangsa
Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan
Kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman
Persaudaraan beladiri Kempo Indonesia
Majulah PERKEMI jayalah
Untuk Indonesia

HYMNE PERKEMI

Di wadah PERKEMI kita berhimpun
Mengamalkan kasih dan kekuatan
Kokoh tegarkan diri untuk nusa dan bangsa
Demi persaudaraan serta kemanusiaan.
Majulah PERKEMI di sluruh persada
Demi kejayaan tanah air tercinta
Kasih dan kekuatan kita amalkan
Dan setia bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa

Jumat, 11 Maret 2011

Memaknai Shorinji Kempo Dalam Kehidupan

oleh : Ir. I Gde Darmayoga (III DAN)

LATAR BELAKANG

Sebagai sebuah cabang olah raga beladiri Shoronji Kempo merupakan beladiri yang sangat lengkap dengan teknik-teknik keras dan lemah yang dipadukan secara harmonis yang merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Betapa tidak, dengan dilandasi fondasi yang kuat yaitu falsafah dan doktrin yang sangat jelas dan terarah sangatlah tepat bila ajaran  ini dikuasai, dipahami, dan diaplikasikan  dalam kehidupan sehari-hari sangatlah berguna dalam memberi sumbangan pada pembangunan fisik mental bangsa yang pada giliranya nanti dapat menjadi bangsa yang bermartabat dan dapat bersaing di era globalisasi.

Selasa, 01 Maret 2011

Galery Foto

SEJARAH KEMPO

PERSAUDARAAN BELADIRI KEMPO INDONESIA

Indonesia Shorinji Kempo Federation.
Sejarah
Shorinji Kempo dan Doktrin

Kempo, olahraga beladiri sejati yang kurang promosi, adalah sebuah kalimat dalam judul tulisan olahraga salah satu media cetak nasional ( Kompas, Rabu, 19 Januari 2005 ) sangat menggelitik untuk dikaji, karena memang masih banyak masyarakat indonesia yang kurang paham terhadap beladiri kempo. Ketidakpopuleran kempo tidak terlepas dari filosofi yang dianutnya, sebagai ilmu beladiri semata yang sarat dengan welas asih. Namun ketidakpopuleran tersebut tidak berarti kempo sulit dipahami.

Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan, kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman. Begitulah bunyi doktrin shorinji kempo, sebuah doktrin yang menjadi ruh sekaligus inti ajaran bagi para kenshi yang mendalami seni beladiri shorinji kempo. Seni beladiri yang bercorak defensif, dilarang menyerang sebelum diserang.

Kendati jurus-jurusnya bisa mematikan lawan, shorinji kempo selalu menekankan, perangilah dirimu sebelum memerangi orang lain. Kempo adalah keseimbangan antara kekuatan dan moral. Jika tidak seimbang, hanya kekuatan saja kenshi akan jadi preman, tetapi jika hanya moral saja akan menjadi suatu kelemahan. Oleh karena itu belajar kempo harus memadukan keduanya untuk dikuasai. Secara teknis, gerakan kempo sarat dengan filosofi beladiri yang harus dipahami dengan cermat dan hal ini akan sangat membantu memudahkan mempelajarinya.

Shorinji Kempo dilandasi prinsip BUDO, yaitu secara harfiah menghentikan pertarungan, dalam arti sebenarnya adalah sebuah seni beladiri dimaksudkan bukan untuk berkelahi, berperang atau membunuh manusia, tetapi dimaksudkan untuk menghentikan konflik antar manusia dan membentuk sebuah budaya damai, dalam hal ini Budo memerankan peran moral yang lebih baik dalam masyarakat dan bukan sebagai alat pemusnah. Dalam hal ini tujuan berlatih kempo merupakan modal dasar pembangunan moral dalam lingkungan.
01 Falsafah Shorinji Kempo

Karena seni bela diri kempo waktu itu menjadi sebagian dari latihan bagi para calon Bikshu, dengan sendirinya ilmu itu harus mempunyai dasar falsafah yang kuat. Dengan dilandasi agama Budha, yaitu membunuh dan menyakiti, maka semua KENSHI (pemain Kempo) dilarang menyerang terlebih dahulu sebelum diserang. Hal ini menjadi doktrin Kempo, bahwa "perangilah dirimu sendiri sebelum memerangi orang lain". Berdasarkan doktrin ini mempengaruhi pula susunan beladiri ini, sehingga gerakan teknik selalu dimulai dengan mengelak/menangkis serangan dahulu, baru kemudian membalas. Selanjutnya disesuaikan menurut kebutuhan yakni menurut keadaan serangan lawan.

Dharma selalu mengajarkan bahwa disamping dilarang menyerang juga tidak selalu setiap serangan dibalas dengan kekerasan. Sehingga dalam ilmu Kempo itu lahirlah apa yang berbentuk mengelak saja. Cukup menekukkan bagian-bagian badan lawan, kemudian mengunci dan bila terpaksa barulah dilakukan penghancuran titik-titik lemah lawan, berupa tendangan, sikutan, pukulan dan sebagainya. Bentuk yang pertama dikenal sebagai JUHO dan yang berikutnya sebagai GOHO.

Setiap kenshi diharuskan menguasai teknik GOHO (keras) dan JUHO (lunak), artinya tidak dibenarkan apabila hanya mementingkan pukulan dan tendangan saja dengan melupakan bantingan dan lipatan-lipatan.

`
02 Sejarah Shorinji Kempo

Sejak akhir tahun 1959, pemerintah Jepang menerima mahasiwa dan pemuda Indonesia untuk belajar dan latihan sebagai salah satu bentuk pembayaran pampasan perang. Sejak itu secara bergelombang dari tahun ke tahun sampai tahun 1965, ratusan mahasiswa dan pemuda Indonesia mendapat kesempatan belajar di Jepang. Tidak sedikit di antara mereka itu memanfaatkan waktu senggang dan liburannya untuk belajar serta memperdalam seni beladiri seperti Karate, Judo, Ju Jit Su dan juga Kempo.

Sepulangnya di tanah air, mereka bukan saja menggondol ijazah sesuai dengan bidang studinya tetapi juga memperoleh tambahan berupa penguasaan seni bela diri seperti tersebut di atas. Pada tahun 1964, dalam suatu acara kesenian yang dipertunjukkan mahasiswa Indonesia untuk menyambut tamu-tamu dari tanah airnya, seorang pemuda yang bernama UTIN SAHRAS mendemonstrasikan kebolehannya bermain Kempo. Ia datang di Jepang pada tahun 1960 dan tinggal di Tokyo sebagai Trainee Pampasan.

Apa yang didemonstrasikannya itu menarik minat pemuda dan mahasiswa Indonesia lainnya, diantaranya Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita serta beberapa orang lainnya. Mereka lalu datang ke pusat Shorinji Kempo di kota Tadotsu untuk menimba langsung seni bela diri itu dari Sihangnya.

Untuk meneruskan warisan seni bela diri itu seperti apa yang mereka peroleh di Jepang, ketiga pemuda itu, yaitu Utin Sahras (almarhum), Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita, bertekad melahirkan dan membentuk suatu wadah yang bernama PERKEMI (Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia), dan resmi dibentuk pada tanggal 2 Februari 1966. Kini PERKEMI telah melahirkan ribuan kenshi yang tersebar diseluruh Indonesia.

Selain itu merupakan salah satu organisasi induk yang bernaung di bawah KONI Pusat, PERKEMI juga menjadi anggota penuh dari Federasi Kempo se-Dunia atau WOSKO (World Shorinji Kempo Organization), yang berpusat di kuil Shorinji Kempo di kota Tadotsu, Jepang.

Sejak tahun 1966 sampai tahun 1976, PB. PERKEMI mengadakan pemilihan pengurus setiap dua tahun sekali. Tapi sejak tahun 1976 sampai sekarang masa bakti pengurus berlangsung selama empat tahun.

Sejak didirikannya pada tanggal 2 Februari 1996, PB. PERKEMI telah banyak melakukan kegiatan yang sifatnya lokal, nasional dan internasional. Tahun 1970 telah diselenggarakan Kejauraan Nasional Kempo yang pertama di Jakarta, dan sampai sekarang masih terus berlanjut. Begitu juga dengan Kejuaraan antar Perguruan Tinggi, dimana diadakan pertama kalinya pada tahun 1971 yang sampai sekarang berjalan terus setiap dua tahun sekali.

Selain itu sejak PON IX / 1977 di Jakarta, Kempo termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

Gashuku Nasional

Gashuku Nasional